Taro Kode Iklan

Motivasi - Hikmah Perbincangan Emas dan Tanah

Motivasi Hikmah Perbincangan Emas dan Tanah

Akufal - Dalam kehidupan ini kita sering kali merasa kita ini lebih dari orang lain, sseringkali juga kita mengeluh karena kurang dari orang lain.

Banyak sekali hal yang kita lakukan tidak menandakan rasa syukur kita terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT, amat disayangkan memang, seringkali kita lupa untuk bisa merasakan apa yang telah diberikan kepada kita.

Sering lupa untuk bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin...

Mengenai hal itu saya pernah dapat cerita dari status yang lewat menceritakan tentang percakapan antara Emas dan Tanah, ya walaupun memang fakta keduanya benda mati yang tidak bisa berbicara.

Baca Juga: Memberi Diri Kesempatan untuk Maju

Ceritanya kurang lebih begini:

Suatu hari disaat emas berjumpa tanah emas bertanya: "Hai tanah apa kelebihan mu didunia ini, hanya sesuatu yang kotor jelek dan tidak berkilau seperti ku" Lalu dengan mudahnya tanah menjawab, "Aku memang tidak berkilau seperti mu, tapi aku bisa menjadi perantara untuk menumbuhkan tanam-tanaman serta buah-buahan, bisakah kamu melakukan itu?

Seketika emas pun berdiam kehabisan kata-kata...

Ya memang didunia ada yang memiliki kelebihan dari yang lain, bahkan menjadi terkenal dan berkilau di mata banyak orang, namun apakah itu berguna jika ia tidak pernah peduli terhadap sesama, lalu bersikap enggan menolong untuk bisa maju, atau intinya bermanfaat bagi yang lain?

Baca Juga: Kumpulan Kalam Ulama 1

Tentu kesuksesan yang seperti itu tidak ada artinya, dan bisa digambarkan dengan emas tadi, berkilau namun memang kurang manfaat bagi yang lain.

Namun berbeda dengan orang yang apabila diibaratkan dengan tanah tadi, walaupun memang ia tidak dimuliakan, tidak dianggap oleh banyak orang seperti emas, namun ia bisa bermanfaat secara maksimal bagi orang lain, membantu dan tidak peduli jika dia tidak terkenal di mata orang, yang penting baginya hanyalah mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Nah itulah dua sifat yang mungkin bisa menjadi bahan intropeksi kita sendiri, sudah jadi apakah kita saat ini? Apa kita sudah bermanfaat bagi sesama atau belum?

Postingan terkait:

Share this post

Get Short URL loading short url

Reactions:

Next Post Prev Post

Seorang Blogger Pemula, Web Designer, dan Pecinta dunia Open Source yang tidak mau berhenti belajar


Comments
0 Comments

Saya tunggu Komentar anda yang Amazing! Jangan Lupa centang Notify Me agar dapat pemberitahuan lebih lanjut


Emoticon

Taro Kode Iklan

©© -