Taro Kode Iklan

Bukti Cinta pada Nabi Muhammad SAW

Akufal - Dalam agama Islam ada banyak sekali hal yang mendukung menggunakan perasaan dan hati kita dalam beribadah, merasakan jiwa dan kesadaran kita dalam melaksanakannya. Hal demikian dilakukan agar sempurna jiwa dan ruhnya.

Namun tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut, hanya segelintir orang saja yang bisa mencapai tingkatan tinggi di sisi Allah SWT walaupun bukan Nabi dan Rasul.

Merekalah orang orang yang benar-benar melakukan apa yang telah Allah dan Nabi SAW perintahkan, tidak ada yang diharapkan kecuali Ridho-Nya, rasa cinta, rindu kepada kanjeng Nabi menjadi bagian dalam hidupnya, hingga tak ada henti hati terus menggumamkan shalawat.

Lalu bagaimana dengan Kita?

Cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebuah cara agar kita bisa bertemu dengan beliau di Akhirat kelak, lalu bagaimana bentuk cinta kita kepada Nabi?

Mengaku cinta pada Nabi ya...

Apa yang sudah kita lakukan sebagai bukti kita cinta kepada beliau?

Sudahkah kita melaksanakan apa yang beliau perintahkan?

Sudahkah kita meninggalkan apa yang beliau larang?

Berapa banyak kebaikan yang beliau ajarkan menjadi bagian dalam kehidupan kita?

Sudikah atau relakah kita berjuang dalam kebaikan yang telah beliau ajarkan? 

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam As-Safinah Al-Qadiriyyah menyebutkan, bahawa Imam Al-Qasthalani pernah mengatakan, “Ketahuilah, tidak mungkin mampu mencontoh perbuatan dan akhlak Nabi صلى الله عليه وسلم kecuali dengan usaha keras, tidak mungkin mau berusaha dengan keras kecuali sangat cinta kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, dan tidak mungkin cinta mati kepada Nabi صلى الله عليه وسلم kecuali dengan cara memperbanyak bacaan shalawat. Sebab, barangsiapa yang suka pada sesuatu, maka dia akan banyak menyebut-nyebutnya. 

Karena itu, bagi seorang salik mesti memulai jalan kerohaniannya dengan memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Mengingat bacaan shalawat menyimpan keajaiban-keajaiban luar biasa dalam rangka pembersihan jiwa dan penerangan batin, di samping masih banyak lagi rahasia-rahasia dan faedah-faedah yang tidak mungkin dihitung oleh angka dan bilangan.

Seorang si salik perlu memiliki hati ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah ketika membaca shalawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم, sehingga dia mampu memetik buah shalawat dan barakah-Nya yang bertebaran.

Shalawat di sepanjang perjalanan mencari Tuhan bagaikan lampu penerang yang dapat menjadi hidayah yang amat diperlukan.

Barangsiapa yang menghiasi hatinya dengan lampu shalawat, maka dia akan mampu melihat segala hakikat tauhid berkat cahaya terang shalawat tersebut."

Postingan terkait:

Share this post

Get Short URL loading short url

Reactions:

Next Post Prev Post

Seorang Blogger Pemula, Web Designer, dan Pecinta dunia Open Source yang tidak mau berhenti belajar


Comments
0 Comments

Saya tunggu Komentar anda yang Amazing! Jangan Lupa centang Notify Me agar dapat pemberitahuan lebih lanjut


Emoticon

Taro Kode Iklan

©© -